Pembelajaran Aqidah Akhlak : Tawadhu

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hai teman-teman! ๐Ÿ‘‹

kita akan membahas materi lengkap beserta soal dan jawabannya sebagai bahan latihan untuk memahami topik yang sedang dipelajari. Dengan adanya rangkuman ini, semoga kamu bisa lebih mudah memahami konsep, memperdalam pemahaman. Yuk, simak pembahasan selengkapnya berikut ini.๐Ÿ‘‡

Tawadhu': Rendah Hati

Pendahuluan

Akhlak merupakan fondasi utama dalam ajaran Islam. Salah satu akhlak mulia yang sangat ditekankan adalah tawadhu’, yaitu sikap rendah hati dalam bersikap dan berinteraksi dengan sesama. Tawadhu’ bukan sekadar sikap sosial, melainkan cerminan keimanan dan ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap tawadhu’ berperan penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis serta menjauhkan manusia dari sifat sombong dan angkuh.


Pengertian Tawadhu’

Tawadhu’ berarti rendah hati, yaitu sikap tidak sombong, tidak membanggakan diri, dan tidak merasa lebih hebat dari orang lain. Orang yang memiliki sifat tawadhu’ akan bersikap sopan, santun, serta menghargai siapa pun, baik kepada orang yang lebih tua, sebaya, maupun yang lebih muda. Tawadhu’ mencerminkan kepribadian yang lembut dan penuh penghormatan terhadap sesama manusia.


Pentingnya Sikap Tawadhu’

Sikap tawadhu’ sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim karena Islam melarang sikap sombong dan angkuh. Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain. Dengan bersikap tawadhu’, seseorang akan memperoleh banyak manfaat, di antaranya:

1. Lebih mudah menerima ilmu dan belajar dari orang lain

2. Terhindar dari sifat iri dan dengki

3. Memiliki hati yang lebih tenang dalam menjalani kehidupan

4. Mampu menjaga hubungan sosial dan terhindar dari konflik serta permusuhan


Dalil tentang Tawadhu’

Rasulullah SAW bersabda:

> “Tidaklah seseorang bersikap tawadhu’ karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.”> (HR. Muslim)

Hadis ini menjelaskan bahwa siapa pun yang merendahkan diri karena Allah, bukan karena takut atau malu kepada manusia, maka Allah akan mengangkat derajatnya, baik di dunia maupun di akhirat.


Ciri-ciri Orang yang Tawadhu’

Seseorang yang memiliki sifat tawadhu’ dapat dikenali melalui sikap dan perilakunya, antara lain:

1. Tidak sombong dan tidak merasa lebih baik dari orang lain

2. Menghargai pendapat orang lain dan mau mendengarkannya

3. Mudah meminta maaf ketika melakukan kesalahan

4. Tidak suka memamerkan harta, jabatan, atau prestasi

5. Tidak merasa dirinya paling benar dan paling tahu

6. Selalu santun dalam berbicara dan bersikap


Penerapan Tawadhu’ dalam Kehidupan Sehari-hari

Sikap tawadhu’ dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, seperti:

1. Mengucapkan terima kasih kepada siapa pun

2. Membantu orang lain dengan ikhlas tanpa ingin dipuji

3. Tidak pamer di media sosial

4. Mau menerima saran dan kritik

5. Berani mengakui kesalahan

6. Menghargai perbedaan pendapat


Lawan dari Tawadhu’: Takabur

Kebalikan dari tawadhu’ adalah takabur, yaitu sikap sombong, merasa diri paling hebat, dan meremehkan orang lain. Contoh nyata dari sikap takabur adalah Iblis, yang menolak perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam karena merasa dirinya lebih baik.


Ciri-ciri orang yang takabur antara lain:

1. Tidak mau dinasihati

2. Suka pamer harta dan prestasi

3. Meremehkan orang yang lemah dan miskin

4. Mudah marah ketika dikritik


Keutamaan Orang yang Tawadhu’

Orang yang bersikap tawadhu’ memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

1. Dimuliakan dan ditinggikan derajatnya oleh Allah

2. Dicintai dan dihormati oleh banyak orang

3. Mendapatkan pahala dari Allah SWT

4. Memiliki hati yang lebih tenang dan damai

5. Dijauhkan dari sifat sombong

6. Terhindar dari permusuhan dan perpecahan


Kesimpulan

Tawadhu’ merupakan akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sikap ini mencerminkan kerendahan hati, kesopanan, serta penghargaan terhadap sesama manusia. Tawadhu’ bukan berarti merendahkan diri secara berlebihan, melainkan menyadari kelebihan yang dimiliki tanpa menjadikannya alasan untuk bersikap sombong atau meremehkan orang lain. Dengan menanamkan sifat tawadhu’, seseorang akan hidup lebih damai, harmonis, dan diridhai oleh Allah SWT.



Bahan Ajar PPT


Setelah membaca atau mendengarkan materi, jangan lupa uji pemahamanmu lewat kumpulan soal-soal HOTS berikut  


Dan jika kamu ingin melihat nilai atau kunci jawabannya, kamu bisa cek di tautan berikut: ๐Ÿ‘‡

 Spreadsheet

Semoga materi ini bermanfaat dan bisa membantu proses belajarmu. Jangan lupa bagikan ke teman-teman agar semakin banyak yang belajar bersama! ๐ŸŒŸ


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reva Amelia

Qurban dan Aqiqah